Lompat ke isi utama

Berita

Melpi Kembali Kembali Emban Tugas Sebagai Moderator Debat Pemilu Bawaslu

Melpi Minalria Marpaung Kembali Dipercaya Jadi Moderator Debat Pemilu Nasional, Kawal Diskursus Kepemiluan yang Objektif, Kritis, dan Edukatif

Melpi Minalria Marpaung Kembali Dipercaya Jadi Moderator Debat Pemilu Nasional, Kawal Diskursus Kepemiluan yang Objektif, Kritis, dan Edukatif

JAKARTA – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Melpi Minalria Marpaung kembali dipercayakan untuk menjadi Moderator dalam pelaksanaan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Tahun 2026, yang saat ini sudah memasuki tahapan nasional, Rabu (23/09/2026).

Kembali ke panggung debat ini, Melpi menyebut amanah yang diberikan sebagai tanggungjawab besar dan menekankan pentingnya objektivitas. "Kepercayaan ini adalah sebuah amanah sekaligus tanggung jawab besar untuk terus mengawal kualitas diskursus kepemiluan yang substantif dan edukatif bagi masyarakat luas. Menjadi moderator bukan sekadar memimpin jalannya waktu, tetapi menjaga objektivitas agar setiap gagasan kontestan diuji secara adil dan bermutu,” ujarnya.

Penyelenggaraan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Tahun 2026, yang mengusung Tema “Penguatan Lembaga Bawaslu Dalam Penegakan Hukum Pemilu” ini menjadi upaya Bawaslu dalam menjaga komitmen untuk senantiasa menggandeng civitas academica dalam penegakan hukum Pemilu di Indonesia. Bawaslu menyiapkan wadah pembelajaran bagi mahasiswa dan mahasiswi untuk mendorong partisipasi aktif serta menumbuhkan semangat kritis, sportif, dan intelektualnya dalam penegakan hukum Pemilu melalui Kompetisi Debat Penegakan Hukum yang telah dimulai sejak tahun 2019.

Selaras dengan tujuan pelaksanaan debat Pemilu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu NTT ini mengharapkan ruang debat yang sehat bisa menjadi bagian dari upaya mengawal demokrasi. “Melalui panggung debat Pemilu ini, harapan kita bersama adalah bagaimana gagasan-gagasan besar tentang Pemilu bisa tersampaikan dengan jernih, kritis, dan beretika,” ungkap dia.

Kompetisi debat tahun ini diikuti oleh 409 regu dari 291 Perguruan Tinggi pada tahap eliminasi, dengan 24 Perguruan Tinggi melaju ke tingkat nasional. Tahapan Nasional dilaksanakan dari babak penyisihan di tanggal 21 September 2026 hingga babak final pada tanggal 24 September 2026.

Penulis : Paulus F. I. Bogar

Foto : Humas Bawaslu NTT