Bawaslu NTT Gelar "Ngabuburit Pengawasan" sebagai Refleksi dan Penguatan Kelembagaan di Bulan Ramadan
|
KUPANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan kegiatan "Ngabuburit Pengawasan" pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi NTT ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Nonanto Da Purificacao Sarmento, S.Si.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Bawaslu NTT menekankan bahwa kegiatan ini merupakan forum internal yang dirancang sebagai ruang edukatif, dialogis, dan spiritual selama bulan Ramadan. Fokus utama kegiatan adalah untuk memperkuat spirit kelembagaan, integritas, serta profesionalitas para pengawas pemilu dalam menghadapi agenda demokrasi mendatang.
Kegiatan ini menghadirkan akademisi Dr. H. Ahmad Atang, M.Si sebagai narasumber utama yang membawakan materi bertajuk “Refleksi Pengawasan Pemilu”. Dalam diskusinya, Dr. H. Ahmad Atang menyoroti sejarah panjang terbentuknya lembaga pengawas pemilu di Indonesia yang lahir dari kegelisahan atas praktik kecurangan di masa lalu, serta pentingnya menjaga nilai demokrasi agar tidak terjebak dalam praktik transaksional.
Selain refleksi historis, forum ini juga membahas berbagai tantangan pengawasan masa depan, di antaranya :
Pengawasan di Ruang Digital: Adanya tantangan terkait kampanye hitam (black campaign) dan ketidakharmonisan regulasi antara UU Pemilu dan UU ITE.
Politik Uang Digital: Pergeseran modus politik uang dari manual ke platform digital (transfer, saldo dompet digital) yang semakin sulit dijangkau.
Peningkatan Kapasitas SDM: Pentingnya kesiapan mental dan kemampuan teknis pengawas menuju Pemilu 2029.
Pengawasan Partisipatif: Upaya membangun kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi.
Kegiatan "Ngabuburit Pengawasan" ini merupakan bagian dari instruksi Bawaslu RI melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2026. Secara nasional, terdapat 1.626 titik pelaksanaan kegiatan serupa, di mana untuk wilayah NTT sendiri dijadwalkan sebanyak 61 kali kegiatan yang tersebar di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Melalui pendekatan spiritual di bulan Ramadan, Bawaslu NTT berharap nilai-nilai integritas dan tanggung jawab dapat semakin tertanam dalam diri setiap pengawas. Acara ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Kepala Sekretariat, para pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh staf di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Kupang dan Bawaslu Kota Kupang.
Penulis : Marlis Nomleni
Foto : Fauzan Syarif