Bawaslu NTT Perkuat Sinergi dengan GMIT untuk Pengawasan Partisipatif Pemilu 2029
|
KUPANG – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bawaslu NTT) melakukan audiensi dengan Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th di Kupang, Jumat (27/3/2026), dalam rangka konsolidasi demokrasi pasca-Pemilu 2024 menuju Pemilu 2029.
Pertemuan yang dihadiri oleh Anggota Bawaslu NTT James Welem Ratu, Amrunur Muh Darwan, dan Magdalena Yuanita Wake di dampingi Kepala Bagian Hukum, Humas, Data dan Informasi. Tujuan pertemuan ini untuk memperkuat kemitraan dengan tokoh agama serta memetakan potensi kerawanan pemilu.
Bawaslu menekankan pentingnya peran gereja dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat, termasuk mendorong jemaat tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga mengawasi proses pemilu yang akan datang.
Selain itu, isu reformasi pembiayaan politik untuk menekan korupsi serta pentingnya peran tokoh agama dalam meredam politisasi SARA.
Melalui audiensi ini, Bawaslu NTT berharap dapat menciptakan sinergi yang kokoh dengan lembaga keagamaan untuk menghadirkan iklim demokrasi yang lebih partisipatif, jujur, dan adil di wilayah Nusa Tenggara Timur dan menjadi langkah awal pembaruan kerja sama antara Bawaslu NTT dan Sinode GMIT, sekaligus persiapan peringatan HUT ke-18 Bawaslu pada 9 April 2026.
Penulis : Marlis Nomleni
Foto : Arnold Hana