Bawaslu NTT Tutup Orientasi PPPK, Peserta Didorong Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme
|
KUPANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Penutupan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi NTT, Rabu (12/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama masa orientasi dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Penutupan kegiatan dihadiri jajaran pimpinan dan Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT serta seluruh peserta Orientasi PPPK yang telah mengikuti rangkaian kegiatan sejak pembukaan hingga tahap akhir.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi NTT, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan orientasi dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Nato menilai, orientasi tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi proses penting dalam membentuk sikap dan keterampilan PPPK dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari jajaran Bawaslu.
“Dalam kegiatan orientasi, peserta telah mendapatkan berbagai materi, informasi, serta pengetahuan dari para narasumber. Jika kita melihat dari sisi kognitif, kita telah mendapatkan materi yang cukup. Namun, secara afektif dan psikomotorik, seluruh pengetahuan tersebut perlu diaplikasikan dalam tugas kita sehari-hari,” ujar Nato.
Menurutnya, setelah mengikuti orientasi, kapasitas dan kompetensi setiap PPPK harus mengalami peningkatan. Kelulusan dari orientasi hendaknya tidak hanya dipandang sebagai capaian administratif, tetapi menjadi tolok ukur awal untuk terus mengembangkan kemampuan dalam melaksanakan tugas.
Ia menegaskan, peningkatan kapasitas menjadi penting karena PPPK merupakan bagian dari sumber daya manusia yang memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan Bawaslu.
“Level kapasitas PPPK harus dinaikkan setelah mengikuti orientasi ini. Kelulusan dari kegiatan orientasi jadikan sebagai tolok ukur dalam meningkatkan kompetensi,” tegasnya.
Nato juga mengajak seluruh peserta untuk memiliki cita-cita dan harapan yang besar dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Ia mengingatkan agar para PPPK tidak membatasi diri dalam menentukan target dan pengembangan diri.
“Kita tidak boleh memiliki mimpi yang kecil, tetapi mempunyai harapan yang besar. Bermimpilah setinggi langit, Anda akan jatuh di antara bintang-bintang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nato menyampaikan bahwa PPPK memiliki posisi penting dalam mendukung kerja-kerja pengawasan pemilu. Karena itu, setiap pegawai diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawabnya serta memberikan kontribusi terbaik bagi kelembagaan.
“PPPK juga memiliki peran penting dan sebagai mesin demokrasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT dalam sambutannya menyampaikan bahwa orientasi PPPK tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai tugas, fungsi, dan kewenangan pegawai. Lebih dari itu, orientasi merupakan langkah awal untuk membangun komitmen sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya PPPK, dalam memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas-tugas pengawasan.
“Kegiatan orientasi ini tidak sekadar memberikan pemahaman tugas, fungsi, dan kewenangan kepada pegawai PPPK, tetapi merupakan langkah awal untuk membangun komitmen sebagai Aparatur Sipil Negara, khususnya PPPK, dalam memberikan dukungan kerja terhadap tugas-tugas pengawasan kepada Bapak/Ibu Komisioner,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagai bagian dari ASN, PPPK memiliki peran yang sama dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, para peserta perlu memahami secara utuh sistem kerja birokrasi di lingkungan Sekretariat Bawaslu, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kami berharap Bapak/Ibu peserta orientasi PPPK memahami bahwa sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara, memiliki peran yang sama. Untuk itu, perlu memahami sesungguhnya sistem kerja birokrasi di Sekretariat Bawaslu Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” jelasnya.
Kepala Sekretariat juga mendorong seluruh PPPK untuk menjadikan berakhirnya orientasi sebagai awal dalam meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap tugas dan fungsi masing-masing.
Ia berharap seluruh peserta mampu memahami dengan baik pembagian tugas dan hubungan kerja antara Sekretariat dan jajaran Komisioner, serta mampu menjalankan tanggung jawab personal secara profesional.
“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, masing-masing pribadi dapat meningkatkan profesionalisme dan disiplin, memahami dengan benar tugas dan fungsi Sekretariat serta Komisioner, dan melaksanakan tanggung jawab personal dengan baik,” harapnya.
Penutupan Orientasi PPPK Bawaslu Provinsi NTT menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembekalan bagi para peserta. Selama orientasi, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan kelembagaan, tugas dan fungsi, nilai-nilai ASN, serta pelaksanaan tugas dalam mendukung kerja-kerja pengawasan pemilu.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi mampu menerjemahkan seluruh pengetahuan yang diperoleh ke dalam praktik kerja sehari-hari.
Peningkatan kompetensi, profesionalisme, kedisiplinan, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan sistem kerja birokrasi menjadi bekal penting bagi PPPK dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari Bawaslu.
Penulis : Syahrir Guhir
Foto : Humas Bawaslu NTT