Bawaslu Perkuat Pengawasan Partisipatif Melalui P2P di Rote Ndao
|
ROTE NDAO – Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H), Amrunur Muh. Darwan, secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Rote Ndao pada Kamis, 16 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Amrunur menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu upaya strategis Bawaslu dalam membangun budaya pengawasan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi.
"Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pengawasan Pemilu adalah tanggung jawab bersama. Dari kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader pengawas partisipatif yang kritis, berintegritas, dan mampu menjadi penggerak demokrasi di lingkungannya", ujar Amrunur.
Ia juga mengajak para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mencegah pelanggaran serta meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan Pemilu.
Kegiatan P2P di Kabupaten Rote Ndao merupakan titik ke-17 pelaksanaan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 yang dilaksanakan Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT. Program ini mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", sebagai komitmen Bawaslu dalam mencetak kader pengawas partisipatif yang mampu berkontribusi mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis : Maria Hakim
Foto : Humas Bawaslu NTT