Ketua Bawaslu NTT Buka Pendidikan Pengawas Partisipatif Sabu Raijua Melalui Zoom: Cetak Kader Pengawas Kritis untuk Pemilu 2029
|
SABU RAIJUA – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tingkat Kabupaten Sabu Raijua yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, pembukaan dilakukan secara daring melalui media Zoom Meeting yang menghubungkan pimpinan Bawaslu Provinsi dengan para peserta dan jajaran Bawaslu Sabu Raijua di lokasi kegiatan.
Ketua Bawaslu Provinsi Nonato Da Purificacao Sarmento menekankan bahwa P2P merupakan proses kaderisasi penting untuk menata dan membingkai partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Kegiatan ini mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat". Nato menyampaikan bahwa tujuan utama pendidikan ini adalah untuk melahirkan pemilih yang teredukasi, sehingga proses elektoral tidak hanya sekadar formalitas lima tahunan, tetapi menjadi demokrasi yang substantif.
“Kami membutuhkan pengawas partisipatif karena sumber daya manusia di Bawaslu sangat terbatas. Seluruh masyarakat perlu terlibat bersama dalam urusan pengawasan pemilu,” ungkap Ketua Bawaslu Provinsi dalam arahannya. Ia juga berharap agar para peserta mampu memiliki kemampuan analisis terhadap isu-isu kepemiluan dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Peserta kegiatan P2P kali ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Kwartir Cabang Pramuka, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), hingga siswa-siswi SMA,. Penekanan pada pemilih muda ini bukan tanpa alasan; data menunjukkan bahwa sekitar 60% hingga 70% pemilih didominasi oleh Generasi Z dan menyusul Generasi Alpha yang akan menjadi pemilih pemula pada pemilihan mendatang.
Bawaslu berharap paska kegiatan ini, para kader pengawas partisipatif mampu Berpikir kritis dan logis dalam memfilter setiap informasi serta dinamika kepemiluan, Memberikan dampak nyata bagi demokrasi, bukan hanya sekadar mengikuti formalitas kegiatan dan menjadi "mata dan telinga" Bawaslu dalam melakukan pengawasan kolaboratif untuk pemilihan tahun 2029 hingga 2031.
Penulis : Marlis Nomleni
Foto : Humas Bawaslu NTT