Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Alumni P2P Daring 2025, Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur Dorong Kader Berfungsi dan Bergerak Menuju Pemilu 2029

Dalam upaya memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu, Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Konsolidasi Alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring Angkatan 2025 tingkat provinsi pada Senin, 2 Maret 2026.

Dalam upaya memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu, Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Konsolidasi Alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring Angkatan 2025 tingkat provinsi pada Senin, 2 Maret 2026.

Kupang — Dalam upaya memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu, Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Konsolidasi Alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring Angkatan 2025 tingkat provinsi pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan melalui Zoom ini diikuti oleh 716 alumni dari 19 kabupaten serta jajaran Bawaslu Kabupaten se-NTT.

Mengawali kegiatan, Kepala Bagian Pengawasan Pemilu menyampaikan laporan kegiatan. Diantaranya tujuan kegiatan ini adalah mengonsolidasikan jejaring alumni agar tetap terhubung, aktif, dan solid dalam menjalankan peran pengawasan partisipatif pada masa non-tahapan menuju Pemilu 2029. Selain itu, konsolidasi juga diarahkan untuk menajamkan rencana tindak lanjut program, memastikan kegiatan berjalan terukur, serta mengidentifikasi kebutuhan dukungan dari Bawaslu provinsi maupun kabupaten.

Ketua Bawaslu NTT Nonanto Da Purificacao Sarmento, dalam sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi kepada alumni P2P Tahun 2025 yang telah mengikuti kegiatan dimaksud sampai selesai yang ditandai dengan pemberian sertifikat oleh Bawaslu RI meskipun kegiatan dilakukan secara daring. Selanjutnya harap Nonato, agar alumni P2P dapat membentuk jaringan atau komunitas pengawasan, melakukan kajian dan mengkonsolidasikan demokrasi untuk Pemilu 2029 mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan dimaksud Anggota Bawaslu Nusa Tenggara Timur Melpi M Marpaung, ST., S.H., M.H., James Welem Ratu, S.Pd, Magdalena Yuanita Wake, S.H., M.H., masing-masing menyampaikan harapan agar alumni yang sudah terbentuk dapat melakukan fungsi-fungsi pengawasan baik di komunitas-komunitas maupun di masyarakat. “Kami berharap alumni P2P ini dapat membentuk komunitas atau jejaring pengawasan Partisipatif secara mandiri agar ke depan dapat melakukan pengawasan tahapan pemilu” tutur Melpi. James juga menyampaikan harapan agar alumni tetap menjaga semangat pengawasannya setelah menjadi kader. “Jaga api semangat kepengawasan agar tetap menyala setelah menjadi alumni dan menggerakkan komunitas pengawasan Partisipatif”. Yuanita menutup sambutannya dengan harapan yang sama agar kader-kader P2P menjadi mitra strategis bagi Bawaslu untuk mewujudkan pelaksanaan Pemilu yang lebih baik kedepan. “Alumni P2P tetap terhubung dengan Bawaslu untuk berkolaborasi dalam program-program pengawasan Partisipatif kedepan”

Pada sesi pemaparan materi, Koordinator Divisi P2H Bawaslu NTT, Amrunur Muh Darwan, menjelaskan paradigma pengawasan partisipatif sebagai gerakan yang melibatkan elemen masyarakat secara luas untuk memperkuat demokrasi. Ia menekankan bahwa semakin banyak masyarakat terlibat dalam pengawasan pemilu, semakin besar peluang mencegah pelanggaran serta meningkatkan keberanian publik melapor jika menemukan indikasi pelanggaran. 
Konsolidasi Alumni P2P disampaikan capaian program pengawasan partisipatif secara nasional, antara lain 19.788 kader aktif, 299 komunitas kader, 8.928 kegiatan forum warga, 647 pojok pengawasan luar ruang, serta 1.112 kampung pengawasan partisipatif di berbagai provinsi. Data tersebut menunjukkan bahwa program pengawasan partisipatif telah berjalan dan berada pada tahap berfungsi menuju level bergerak.

Konsolidasi Alumni P2P
Menurutnya, alumni P2P merupakan aktor strategis dalam membangun ekosistem demokrasi lokal melalui edukasi kepemiluan, penguatan jaringan komunitas, hingga pemantauan tahapan pemilu di wilayah masing-masing. Karena itu, keberlanjutan gerakan alumni menjadi kunci agar pengawasan tidak hanya aktif saat tahapan pemilu, tetapi juga tetap hidup di masa non-tahapan.
Kegiatan konsolidasi ini juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat kepada alumni P2P Daring 2025 sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk terus mengawal proses demokrasi kedepan.

Penulis : Maria Hakim

Foto : Fauzan Syarif