Lakukan Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTT Sambangi Partai Demokrat
|
Kupang, Bawaslu NTT – Dalam rangka persiapan pengawasan Pemilu dan Pilkada yang akan datang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan ke Sekretariat DPD Partai Demokrat Provinsi NTT, Jumat (06/03/2026). Hal ini merupakan bagian dari proses konsolidasi demokrasi yang dilakukan Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu.
Pada kesempatan ini, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu NTT James Welem Ratu menyampaikan kerja-kerja Bawaslu dalam rangka penguatan demokrasi di masa non tahapan, antara lain pengawasan pemutakhiran data partai politik berkelanjutan, pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, dan pelaksanaan konsolidasi demokrasi.
“Di masa non tahapan ini kami punya kewajiban untuk melakukan pendidikan politik bersama-sama dengan partai politik kepada masyarakat. Hal ini kami lakukan dengan membangun komunikasi dan diskusi bersama parpol sebagai tahap awal. Dengan ini kami berharap agar partai politik bisa membangun kesadaran untuk hadir bersama rakyat mengawal demokrasi walaupun tidak di masa Pemilu”, ujar James.
Anggota Bawaslu NTT ini juga membuka ruang diskusi sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan Pemilu sebelumnya. “Forum diskusi seperti ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas demokrasi kita. Kami berharap ke depan jika ada kegiatan diskusi dari Partai Demokrat, kami bisa dilibatkan agar bisa menyumbang pikiran, berbagi pengalaman tentang penguatan demokrasi itu, sebagai catatan atau masukan kepada partai politik dan untuk perbaikan demokrasi ke depan”, imbuhnya.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTT Leonardus Lelo menyambut baik silahturahmi yang dilakukan oleh Bawaslu NTT ini, sebagai langkah kolaboratif dalam meningkatkan pemahaman politik masyarakat. “Sehubungan dengan proses konsolidasi ini, Partai Demokrat sudah melaksanakan salah satu fungsi partai politik, dengan memberikan pendidikan politik baik di tingkat internal maupun eksternal. Salah satunya lewat kegiatan Sabtu Belajar, agar kader partai bisa memahami konsep dan gagasan sehingga bisa sinergis dan berkolaborasi dengan pemerintah juga stakeholders lainnya. Butuh kerjasama semua pihak untuk meningkatkan pemahaman politik masyarakat”, ujar Leo Lelo.
Pelaksanaan Konsolidasi Demokrasi melalui diskusi bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat seperti ini, menjadi strategi Bawaslu dalam memperkuat demokrasi substansial dengan melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan aktual, guna memperoleh pemahaman komprehensif mengenai dinamika, tantangan, serta potensi kerawanan yang berkembang dalam praktik demokrasi dan penyelenggaraan Pemilihan Umum.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT Daniel Samuel Hake bersama jajaran, dan Plt. Kabag P3S Bawaslu NTT Abdul Asis bersama jajaran.
Penulis : Paulus F. I. Bogar
Foto : Arnold Hana