Lompat ke isi utama

Berita

Orientasi PPPK Bawaslu Provinsi NTT Gelombang I Tahun 2026 Dimulai, Perkuat Pemahaman Kebijakan dan Pembelajaran Digital

PPPK Bawaslu NTT Siap Menguatkan Demokrasi melalui Kompetensi, Integritas, dan Digitalisasi

PPPK Bawaslu NTT Siap Menguatkan Demokrasi melalui Kompetensi, Integritas, dan Digitalisasi

KUPANG – Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi memulai pelaksanaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 Gelombang I. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, serta mampu mendukung penguatan kelembagaan Bawaslu melalui peningkatan kompetensi dan pemahaman terhadap tugas serta fungsi sebagai aparatur sipil negara, Rabu (01/07/2026).

Pada hari pertama orientasi, peserta menerima sejumlah materi dasar yang menjadi fondasi dalam proses pembelajaran selama kegiatan berlangsung.
Materi pertama disampaikan oleh Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Nonato Da Purivicacao Sarmento, dengan tema "Kebijakan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja". Dalam pemaparannya, Nonato menegaskan bahwa orientasi merupakan tahapan penting bagi PPPK untuk memahami peran strategis PPPK, etika dan komitmen belajar ASN, struktur organisasi Bawaslu serta tata kerja dan pola hubungan.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan orientasi sebagai sarana meningkatkan kapasitas, disiplin, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas Bawaslu sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan perkembangan kelembagaan.

Selanjutnya, Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi NTT, Wilibrodus Ngiso, menyampaikan materi mengenai Tata Tertib, Alur Pembelajaran, Komitmen Belajar, dan Pengenalan Akun Learning Management System (LMS). Dalam sesi tersebut dijelaskan mekanisme pelaksanaan orientasi, kewajiban peserta selama mengikuti pembelajaran, tata tertib yang harus dipatuhi, serta pentingnya membangun komitmen belajar sebagai bagian dari pengembangan kompetensi ASN secara berkelanjutan.

Wilibrodus juga memperkenalkan akun LMS yang akan menjadi media utama dalam proses pembelajaran daring, mulai dari akses materi, penyelesaian tugas, hingga evaluasi hasil belajar peserta selama orientasi berlangsung.

Melengkapi rangkaian materi, Anggun Anggara Kusuma dari Bawaslu RI memberikan panduan teknis mengenai Penggunaan Learning Management System (LMS) Bawaslu. Peserta diberikan penjelasan secara rinci mengenai cara mengakses platform, mengunduh materi pembelajaran, mengikuti kelas, mengerjakan tugas, mengisi presensi, hingga menyelesaikan evaluasi pembelajaran melalui sistem digital.

Melalui sesi ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengoperasikan LMS secara optimal sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif, tertib, dan sesuai dengan kurikulum orientasi yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan Orientasi PPPK Bawaslu Provinsi NTT Tahun 2026 Gelombang I merupakan bagian dari komitmen Bawaslu dalam menciptakan aparatur yang kompeten, adaptif terhadap transformasi digital, serta memiliki integritas tinggi dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu dan pemilihan. Program orientasi PPPK secara nasional memang dirancang untuk membekali pegawai baru dengan pemahaman mengenai organisasi, nilai dasar ASN, serta pelaksanaan tugas jabatan secara profesional.

Penulis : Naldy Mundus 

Foto : Humas Bawaslu NTT