P2P Harus Melahirkan Mitra Strategis yang Aktif Menjaga Integritas Demokrasi
|
FLORES TIMUR – Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nonato Da Purificacao Sarmento, S.Si., secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan P2P di 22 kabupaten/kota se-Provinsi NTT dengan tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat".
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi NTT menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi merupakan proses membangun kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam memperkuat demokrasi.
"P2P harus menghasilkan mitra yang aktif, membangun proses kaderisasi, serta melahirkan mitra strategis dalam pendidikan publik untuk menjaga integritas demokrasi," tegas Nonato.
Ia menjelaskan bahwa tantangan penyelenggaraan pemilu ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki karakter kuat, berpikir kritis, logis, dan berani menyampaikan gagasan yang benar.
Menurutnya, peserta P2P tidak hanya dituntut memahami regulasi kepemiluan, tetapi juga mampu menjadi agen pendidikan politik di tengah masyarakat. Alumni P2P diharapkan dapat mengedukasi masyarakat, mengajak warga terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi yang berintegritas.
Ketua Bawaslu Provinsi NTT juga menekankan bahwa keberhasilan pengawasan Pemilu tidak semata-mata bergantung pada penyelenggara Pemilu, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, melalui P2P, Bawaslu ingin membentuk kader yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi, berkarakter, mampu berpikir kritis, serta berani menyuarakan gagasan yang tepat demi kepentingan publik.
"Tantangan Pemilu ke depan tidak mudah. Karena itu, kita membutuhkan masyarakat yang tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga memiliki karakter untuk ikut menjaganya," ujarnya.
Melalui pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 di Kabupaten Flores Timur, Bawaslu Provinsi NTT berharap lahir semakin banyak kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif dan mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat, berintegritas, serta dipercaya masyarakat.
Penulis : Maria Hakim
Foto : Humas Bawaslu NTT