Perkuat Tata Kelola Administrasi, Ketua Bawaslu NTT Pimpin Rapat Sosialisasi Tata Naskah Dinas
|
KUPANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rapat sosialisasi mengenai standarisasi penyusunan naskah dinas di lingkungan Bawaslu Provinsi NTT pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Provinsi NTT ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Nonato Da Purificacao Sarmento, S.Si
Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan ketertiban administrasi dan menyamakan persepsi seluruh jajaran mengenai tata naskah dinas sesuai dengan Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) Nomor 13 Tahun 2020. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Kepala Sekretariat, pejabat struktural, pejabat fungsional, serta seluruh staf sekretariat.
Ketua Bawaslu NTT, Nonato Da Purificacao Sarmento, menekankan bahwa pemahaman mengenai tata naskah dinas merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya staf sekretariat. Ia menegaskan pentingnya bekerja berdasarkan sistem dan aturan yang berlaku agar tata kelola pemerintahan di lembaga tersebut berjalan dengan baik dan profesional.
"Keterkaitan dengan tata naskah dinas yang baik dan benar itu tidak hanya menjadi tanggung jawab staf, tetapi tanggung jawab kita sendiri karena dalam penyelesaiannya merupakan satu kesatuan," ujar Nonato dalam arahannya.
Ia juga mengingatkan agar para pemimpin di lingkungan Bawaslu NTT mengutamakan kebijakan dan perintah yang sistematis daripada bekerja menurut keinginan pribadi.
Kepala Sekretariat Bawaslu NTT, Ignasius Jani, yang hadir sebagai pemateri, menjelaskan bahwa terdapat kurang lebih 24 jenis naskah dinas di tingkat provinsi, sosialisasi kali ini difokuskan pada kebijakan strategis, terutama mengenai alur surat masuk dan surat keluar guna memastikan koordinasi internal berjalan efektif. Naskah dinas tersebut secara umum terbagi dalam tiga rumpun, yaitu naskah dinas arahan, korespondensi, dan naskah dinas khusus.
Selain pembahasan teknis manual, rapat ini juga menyinggung rencana penguatan sistem administrasi berbasis elektronik melalui aplikasi Srikandi di masa mendatang. Hal ini diharapkan dapat membawa pengelolaan administrasi Bawaslu NTT ke arah yang lebih modern dan maju.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana penyegaran pengetahuan bagi seluruh jajaran agar dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan administratif yang mungkin terjadi sebelumnya. Dengan tata kelola naskah dinas yang semakin baik, diharapkan fungsi dukungan administrasi (supporting system) terhadap tugas-tugas pengawasan pemilu di NTT dapat berjalan lebih optimal.
Penulis : Marlis Nomleni
Foto : Fauzan Syarif