Tingkatkan Kualitas SDM, Bawaslu NTT Gelar Rapat Internal dan Susun Program Strategis
|
Kupang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungannya melalui berbagai program pembinaan. Hal ini disampaikan oleh Anggota Bawaslu NTT, James Welem Ratu, selaku Koordinator Divisi SDM Organisasi dan Diklat Bawaslu Provinsi NTT, dalam rapat internal yang digelar pada Rabu (1/4/2026).
Menurut James, kegiatan pembinaan pengawas maupun pembinaan sekretariat menjadi langkah strategis untuk mendorong profesionalisme, kedisiplinan, serta tertib kerja di lingkungan Bawaslu.
“Rapat internal ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional, tertib, dan disiplin,” ujarnya.
Selain membahas timeline program kerja yang akan dilaksanakan ke depan, rapat tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) serta Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL), agar pelaksanaannya lebih optimal dan tepat sasaran.
James juga menegaskan bahwa sejumlah program non-anggaran tetap harus dijalankan secara konsisten, seperti kegiatan “Jumat Sehati” dan “Jumpa Berlian”. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kebijakan pemerintah, khususnya terkait penerapan Work From Home (WFH) pada hari Jumat.
“Kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian tetap dilaksanakan sesuai surat edaran Bawaslu RI, dengan penyesuaian terhadap kebijakan resmi pemerintah, sehingga perlu dilakukan penjadwalan ulang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bawaslu juga akan meluncurkan program “Bawaslu Membelajarkan” yang direncanakan berlangsung mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Program ini masih menunggu rancangan resmi dari Bawaslu RI dan bertujuan untuk memperkuat kapasitas, meneguhkan integritas, serta membangun budaya belajar yang edukatif, kompetitif, dan menyenangkan bagi seluruh jajaran pengawas pemilu.
Inisiatif tersebut diharapkan mampu menciptakan SDM yang berdaya saing dan berkarakter dalam menghadapi tantangan Pemilu 2029, melalui praktik berbagi pengetahuan internal (knowledge sharing).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi NTT, Wilibrodus Ngiso, turut memaparkan rancangan timeline kegiatan ke depan sebagai strategi Pngendalian dalam pelaksanaan Program dan kegiatan agar berjalan sesuai dengan perencanaan. Timeline yang disusun selanjutnya akan menjadi bagian penting dalam penyusunan Rencana Penarikan Dana (RPD) pada Bawaslu Provinsi NTT.
Penulis : Syahrir Guhir
Foto : Fauzan Syarif