Lompat ke isi utama

Berita

ASN sebagai supporting system pengawasan serta penguatan kompetensi, disiplin, dan manajemen talenta.

Kompetensi Meningkat, Disiplin Menguat, Supporting System Semakin Kuat

Kompetensi Meningkat, Disiplin Menguat, Supporting System Semakin Kuat

KUPANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Koordinasi Penguatan SDM Aparatur Sipil Negara Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur , Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan luring sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas, kompetensi, profesionalitas, serta disiplin ASN di lingkungan Bawaslu.

Kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat peran jajaran sekretariat dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan Pemilu dan Pemilihan.
Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT, Ignasius Jani, dalam arahannya menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan bagian penting dari komitmen Sekretariat Jenderal Bawaslu RI dalam melakukan penataan dan pembenahan sistem kerja kesekretariatan di seluruh Indonesia.

Menurutnya, sekretariat tidak dapat dipandang hanya sebagai pelaksana urusan administrasi, tetapi memiliki peran strategis sebagai supporting system dalam menunjang pelaksanaan tugas pengawasan yang dilakukan oleh Ketua dan Anggota Bawaslu.

“Karena itu, tugas kita bukan hanya mengurus administrasi, tetapi menjadi bagian dari supporting system dalam pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu maupun Pemilihan oleh Bapak dan Ibu Komisioner,” tegas Ignasius.

Ia menjelaskan, penguatan kapasitas ASN perlu dilakukan secara berkelanjutan agar setiap jajaran sekretariat memiliki pemahaman yang baik terhadap tugas dan fungsi Bawaslu, termasuk memahami substansi dan kebutuhan dukungan administrasi pada masing-masing divisi.

“Untuk penguatan kapasitas, kita berbicara tentang pembinaan sumber daya manusia ASN. Setiap jajaran harus mengetahui tugas dan fungsi pengawasan Pemilu, termasuk memahami kebutuhan kerja dari setiap divisi,” jelasnya.

Selain penguatan kapasitas, Bawaslu juga terus mendorong peningkatan kualitas ASN melalui penerapan Manajemen Talenta (Talent Management). Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan ASN yang lebih terukur dan berbasis kompetensi.

Ignasius menyampaikan bahwa penerapan Manajemen Talenta merupakan bagian dari upaya menata sistem karier ASN agar berlangsung secara lebih objektif, transparan, profesional, dan berbasis kinerja. Dengan sistem tersebut, pengembangan karier, penempatan, maupun promosi pegawai diharapkan dapat didasarkan pada kompetensi, kinerja, potensi, dan kontribusi yang dapat diukur.

“Manajemen Talenta ini bertujuan untuk menata kembali sistem karier ASN agar menjadi lebih objektif, transparan, dan berbasis kinerja. Penempatan dan promosi pegawai harus didasarkan pada kompetensi nyata dan kontribusi yang terukur,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penerapan Manajemen Talenta sangat bergantung pada kesiapan setiap ASN untuk meningkatkan kompetensi, menunjukkan kinerja terbaik, serta menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi NTT, Wilibrodus Ngiso, dalam materi yang disampaikan menekankan pentingnya disiplin ASN sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia aparatur yang profesional.

Menurut Wilibrodus, disiplin ASN tidak boleh berhenti sebagai wacana atau sekadar pemenuhan kewajiban administratif, tetapi harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Disiplin mencakup kepatuhan terhadap ketentuan jam kerja, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan kedinasan, serta komitmen untuk memberikan dukungan terbaik terhadap pelaksanaan tugas kelembagaan Bawaslu.

“Disiplin ASN bukan hanya wacana, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku kerja sehari-hari. Disiplin menjadi bagian penting dalam membangun aparatur yang profesional dan bertanggung jawab,” ujar Wilibrodus.

Melalui Rapat Koordinasi Penguatan SDM ASN ini, Bawaslu Provinsi NTT berharap terbangun kesamaan persepsi dan komitmen di seluruh jajaran sekretariat untuk terus meningkatkan kompetensi, disiplin, integritas, dan profesionalitas ASN.

Penguatan SDM tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas sekretariat sebagai supporting system sehingga dukungan administrasi, teknis, dan kelembagaan terhadap jajaran pengawas dapat berjalan semakin efektif, profesional, dan akuntabel.

Penulis : Syahrir Guhir 

Foto : Humas Bawaslu NTT