Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu NTT Buka Kick Off P2P 2026, 440 Kader Disiapkan Kawal Pemilu 2029 Bermartabat

Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nonato Da Purificacao Sarmento, resmi membuka kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar di Kupang, Selasa (19/5/2026).

Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nonato Da Purificacao Sarmento, resmi membuka kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar di Kupang, Selasa (19/5/2026). 

KUPANG – Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nonato Da Purificacao Sarmento, resmi membuka kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar di Kupang, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal Bawaslu NTT dalam memperkuat pengawasan partisipatif menuju Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029 yang bermartabat.

Mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”, kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 diikuti oleh 440 kader yang tersebar di 22 kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Para kader tersebut dipersiapkan untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif dalam mengawal proses demokrasi di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Nonato Da Purificacao Sarmento mengapresiasi meningkatnya jumlah kader P2P dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, pertambahan jumlah kader menjadi indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam mengawal demokrasi.

“Hal ini tentu patut diapresiasi karena kader P2P saat ini semakin banyak. Ini menjadi pertanda baik bahwa kesadaran masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif terus meningkat demi mewujudkan demokrasi yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya menghadirkan Pemilu 2029 yang bermartabat harus dimulai dari sekarang, melalui pendidikan pengawasan dan penguatan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, kader P2P diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memiliki karakter logis, kritis, berani, dan berdampak di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat guna memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas.

Kick Off P2P Tahun 2026 juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi Bawaslu dengan masyarakat, pemuda, mahasiswa, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun budaya pengawasan yang partisipatif, preventif, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi NTT berharap seluruh kader Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat menjadi motor penggerak pengawasan di daerah masing-masing demi mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat.
“Ayo Awasi Bersama” menjadi semangat kolektif dalam memperkuat demokrasi melalui keterlibatan aktif masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Penulis : Maria Hakim

Foto : Fauzan Syarif