Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Ketiga, Bawaslu NTT Ajak Tokoh Agama Perkuat Pengawasan Partisipatif

Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan sebagai ruang edukasi publik, Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan untuk ketiga kalinya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Istiqomah pada Kamis (12/3/2026) dengan melibatkan jamaah masjid serta masyarakat sekitar.

Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan sebagai ruang edukasi publik, Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan untuk ketiga kalinya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Istiqomah pada Kamis (12/3/2026) dengan melibatkan jamaah masjid serta masyarakat sekitar.

Kupang – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan sebagai ruang edukasi publik, Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan untuk ketiga kalinya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Istiqomah pada Kamis (12/3/2026) dengan melibatkan jamaah masjid serta masyarakat sekitar.


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WITA hingga menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi ruang dialog antara Bawaslu dan masyarakat untuk membahas pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.
 

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Amrunur Muh Darwan, menyampaikan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan merupakan salah satu upaya Bawaslu untuk mendekatkan edukasi kepemiluan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih santai dan religius.


Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam bulan Ramadhan seperti kejujuran, amanah, dan integritas sangat relevan dengan semangat pengawasan pemilu. Oleh karena itu, kegiatan ngabuburit tidak hanya menjadi momen menunggu waktu berbuka puasa, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi yang membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.
“Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam mengawal jalannya demokrasi,” ujar Amru.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar selama bulan Ramadhan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara Bawaslu dan masyarakat, sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan pandangan terkait penyelenggaraan pemilu.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti dialog serta diskusi yang disampaikan, sebelum akhirnya kegiatan ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa bersama jamaah Masjid Al Istiqomah.


Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu NTT berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan partisipatif semakin meningkat, sehingga tercipta penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat. ‎

Penulis : Maria Hakim

Foto : Fauzan Syarif